Edisi ke-13 Klasifikasi Nice (NCL 13-2026) mulai berlaku pada 1 Januari 2026, mengubah cara barang dan jasa dikategorikan secara global. Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) telah mengintegrasikan revisi ini ke dalam pedoman pemeriksaannya, yang berdampak pada pengajuan merek dagang, biaya, dan manajemen portofolio. Meskipun pendaftaran yang sudah ada tetap tidak terpengaruh, semua aplikasi baru harus selaras dengan kerangka kerja yang diperbarui.
Pergeseran Klasifikasi Utama
Beberapa kategori telah didefinisikan ulang untuk lebih mencerminkan fungsi produk dan realitas pasar. Barang optik seperti kacamata biasa dan kacamata hitam kini masuk dalam Kelas 10 sebagai perangkat terkait kesehatan, sementara teknologi optik elektronik tetap berada di Kelas 9. Kendaraan darurat dan sekoci penyelamat kini dikelompokkan dalam Kelas 12, mengonsolidasikan klasifikasi kendaraan. Pakaian berpemanas listrik, seperti kaus kaki, kini diklasifikasikan dalam Kelas 25 (pakaian) alih-alih Kelas 11 (peralatan pemanas). Sikat gigi listrik dan perangkat perawatan mulut telah pindah ke Kelas 21, menekankan penggunaannya dalam rumah tangga.
Perubahan penting lainnya mencakup nozel penyiram selang di Kelas 17, hiasan kue buttercream di Kelas 30, serta lapisan kopling yang dikategorikan berdasarkan aplikasinya—komponen kendaraan di Kelas 12, bagian mesin di Kelas 7. Barang-barang gaya hidup seperti sarung tangan yoga, bantal, dan matras kini didistribusikan masing-masing ke Kelas 25, 20, dan 27, sementara payung teras ditempatkan di Kelas 22.
Penyesuaian Terminologi dan Konseptual
Minyak atsiri kini diklasifikasikan berdasarkan tujuan penggunaannya: kosmetik (Kelas 3), terapeutik (Kelas 5), kuliner (Kelas 30), atau industri (Kelas 1). Kategori layanan baru mencakup kecerdasan buatan sebagai layanan di Kelas 42, pemesanan ruang tunggu bandara di Kelas 43, dan penyewaan kacamata di Kelas 44, yang mencerminkan tuntutan pasar yang terus berkembang.
Implikasi bagi Pengajuan di AS
Pemohon merek dagang harus beradaptasi dengan standar terminologi yang diperbarui. Ketergantungan pada bahasa yang usang dapat menyebabkan tindakan kantor atau penundaan. Reklasifikasi dapat memengaruhi jumlah kelas yang diperlukan, sehingga berdampak pada biaya pengajuan dan perencanaan portofolio. Strategi pencarian dan pemantauan merek dagang mungkin perlu diperluas karena kategori produk kini tumpang tindih secara berbeda di berbagai kelas.
Untuk pengajuan internasional, konsistensi dalam klasifikasi sangat penting untuk menghindari ketidaksesuaian selama tinjauan global.
Rekomendasi Strategis bagi Pemilik Merek
Perusahaan harus melakukan audit terhadap templat pengajuan internal mereka dan memperbarui praktik agar selaras dengan standar saat ini. Rencana ekspansi harus menilai bagaimana perubahan kelas memengaruhi cakupan atau biaya. Koordinasi portofolio global sangat penting untuk menjaga keseragaman dalam perlindungan merek.
Revisi ini menggarisbawahi pentingnya manajemen merek dagang yang proaktif. Bisnis harus tetap terinformasi untuk menavigasi kerangka hukum yang terus berkembang dan melindungi kekayaan intelektual mereka secara efektif. IP Defender memantau database merek dagang nasional untuk mendeteksi konflik dan pelanggaran, membantu merek tetap unggul menghadapi potensi ancaman. Dengan memanfaatkan alat canggih untuk melacak pengajuan global, IP Defender memastikan merek dagang Anda tetap terlindungi di tengah lanskap yang berubah dengan cepat.